Saturday, June 19, 2010

Jepang Siap Redam Belanda

Okada tegaskan pasukannya tak gentar sedikitpun menghadapi superioritas Belanda.
Keperkasaan Belanda selama melakoni kualifikasi Piala Dunia 2010 serta serangkaian hasil meyakinkan di laga persahabatan jelang Piala Dunia, tak membuat Jepang, yang akan menjadi lawan mereka, Sabtu (19/6), ciut.
Menurut pelatih tim Samurai Biru Takeshi Okada, timnya sama sekali tak terintimadasi dengan permainan menyerang total yang diperagakan tim Oranje.
"Kami sekarang punya gaya bermain ala Jepang meskipun mungkin hal itu tidak berpengaruh dalam hal tekhnik dan skill, namun ada peningkatannya. Kami telah fokus pada strategi untuk menjinakkan tim kelas dunia," ujarnya kepada Fifa.com.
"Kami yakin, tim kami adalah tim yang piawai, jadi kami percaya memiliki kesempatan untuk menang besok. Kami tak mesti merasa kerdil dihadapan nama besar Belanda yang memiliki segudang pemain top. Kami ingin mengalamatkan tantangan ini kepada seluruh kekuatan yang ada di tubuh tim ini."
Di laga perdana Piala Dunia 2010, Jepang sukses membungkam Kamerun 1-0. Hasil itulah yang membuat kepercayaan diri anak-anak besutan Okada bergolak.
"Kemenangan itu mendorong rasa kepercayaandiri kami. Saya yakin besok para pemain pasti akan konsentrasi penuh pada pertandingan itu dengan determinasi yang sama," pungkasnya.
Media Inggris Hajar Armada The Three Lions

Media Inggris memperlihatkan keganasannya setelah pasukan The Three Lions tampil mengecewakan saat bermain imbang 0-0 dengan tim yang dianggap memiliki kekuatan lemah Aljazair dinihari tadi.
"Sekumpulan sampah!" demikian tulis Daily Mirror, sementara The Guardian menulis "Tidak ada kejutan, tidak ada semangat, tidak ada harapan."
"Tidak ada alasan, hasil yang sangat buruk," papar The Sun yang memperlihatkan sedikit 'simpati' terhadap Wayne Rooney yang mengeluhkan ejekan pendukung Inggris.
The Times tidak kalah sinis dengan memasang judul utama "Tidak ada harapan bagi Inggris untuk bangkit." Harian ini juga menambahkan jika para pemain terlihat terbebani dan takut gagal memenuhi harapan tinggi penggemar yang ingin melihat Inggris menjadi juara dunia untuk kali kedua sejak 1966.
Sementara itu The Daily Telegraph meminta Fabio Capello memutar otak untuk mengeluarkan potensi maksimal Frank Lampard dan menyuntikkan semangat bagi Wayne Rooney sebelum menjalani laga terakhir melawan Slovenia.
Suara sumbang lainnya dihadirkan The Daily Mirror yang menulis "Cape Clown" atau "Badut Cape" merujuk pada timnas Inggris yang bermain di bawah harapan di Cape Town.

Friday, June 18, 2010

FACT OF THE DAY (18 Juni 2010)
Tahukah Anda...?

Sepanjang kiprahnya di putaran final Piala Dunia, Yunani belum pernah sekali pun mengecap kemenangan hingga laga melawan Nigeria, Kamis (17/6) malam Waktu Indonesia Barat.
Partisipasi perdana negara penuh mitos tersebut terjadi di Piala Dunia 1994 yang berlangsung di Amerika Serikat. Saat itu Yunani bergabung di Grup D bersama Nigeria, Bulgaria dan Argentina. Harapan penggemar Yunani saat itu sangat tinggi hingga tak seorang pun percaya jika pada akhirnya tim kesayangan mereka meraih hasil buruk.
Di laga pertama, Yunani dihajar Argentina 4-0. Empat hari kemudian Bulgaria menambah catatan mengecewakan dengan skor yang sama. Di laga terakhir, kemenangan 2-0 Nigeria menyempurnakan keterpurukan Yunani yang terpaksa pulang dengan kondisi tanpa poin dan tanpa gol.
Yunani menebus 'dosa' kegagalan lolos ke Piala Dunia 2006 di Jerman dengan memastikan diri tampil di Afrika Selatan tahun ini. Catatan buruk tanpa poin dan tanpa gol tahun 1994 sontak menghantui ketika hasil undian kembali menempatkan mereka bersama Nigeria dan Argentina. Satu slot lainnya dihuni perwakilan Asia Korea Selatan.
Kekhawatiran pendukung Yunani seperti menjadi kenyataan ketika Korea Selatan secara mengejutkan menang 2-0 di laga perdana 12 Juni lalu di Nelson Mandela Bay stadium. Namun penantian panjang Yunani dihentikan oleh Dimitris Salpigidis yang mencetak gol pertama negara tersebut ketika menyamakan kedudukan 1-1 saat menghadapi Nigeria di menit 44.
Pesta Yunani belum usai, Vasilis Torosidis kemudian mengoyak gawang Nigeria untuk kali kedua pada menit ke-71 sekaligus memastikan poin dan kemenangan pertama bagi Yunani di Piala Dunia. Rakyat Yunani layak berpesta atas prestasi ini. SELAMAT YUNANI...!!!

Thursday, June 17, 2010

Meksiko Bikin Prancis Berduka
Meksiko berhasil menggulung Prancis 2-0 pada laga lanjutan Grup A Piala Dunia 2010 untuk membuka peluang lolos ke babak 16 besar.

Hanya ada nestapa bagi Prancis di stadion Peter Mokaba, Polokwane. Tampil miskin kreasi, Les Bleus dilibas Meksiko 2-0 pada laga lanjutan Grup A Piala Dunia 2010. Kekalahan tersebut praktis memperkecil peluang Prancis lolos ke babak 16 besar.
Raymond Domenech memulihkan posisi Florent Malouda di tim inti. Pemain Chelsea itu menggantikan posisi Yoann Gourcuff dalam formasi 4-2-3-1. Sebagai striker tunggal, Domenech masih mempercayakan Nicolas Anelka.
Meksiko tak banyak melakukan perubahan susunan tim inti seperti laga perdana. Guillermo Franco menjadi penyerang utama didampingi dua pemain muda, Giovani dos Santos dan Carlos Vela, di sektor sayap. Berbeda ketika Gerardo Torrado mengapteni tim pada laga pembuka, kini ban kapten melingkar di lengan Rafael Marquez.
Tendangan Dos Santos menghantam tiang pada menit ketiga, tapi itu terjadi setelah sang pemain terperangkap off-side. Setidaknya, agresivitas yang ditunjukkan Meksiko pada awal laga memberikan sinyal positif terhadap jalannya pertandingan.
Pada menit kedelapan, Vela menyia-nyiakan umpan lambung Marquez. Lolos hingga kotak penalti Prancis, Vela menendang bola jauh ke atas mistar gawang Hugo Lloris.
Meksiko mengandalkan kecepatan mereka untuk menekan Prancis. Setelah saling bertukar peluang, El Tri memperoleh kesempatan membuka kedudukan pada menit ke-27. Carlos Salcido berhasil menembus sektor kanan pertahanan Prancis dan melepaskan tendangan keras yang dipatahkan Lloris. William Gallas hanya menyaksikan aksi tersebut tanpa berupaya mencegah pergerakan Salcido.
Lima menit berselang, Meksiko terpaksa kehilangan Vela yang menderita masalah di bagian kaki. Tak dapat melanjutkan pertandingan, Vela digantikan dengan Pablo Barrera.
Baru sebentar menginjakkan kaki, pemain berusia 22 tahun itu nyaris menjebol gawang Lloris. Umpan Dos Santos dari sayap kiri sama-sama disambut Lloris dan Barrera. Tangan Lloris lebih cepat menjangkau, tapi bola pantulan mengenai kepala Barrera. Untungnya, arah bola tidak menuju ke dalam gawang.
Ketika Prancis masih berupaya mencari cara membongkar pertahanan, para pemain Meksiko dapat beberapa kali melepaskan tendangan ke arah gawang Lloris. Namun, pertandingan babak pertama harus berakhir tanpa gol.
Sesaat sebelum turun minum, Jeremy Toulalan mendapat kartu kuning akibat menahan serangan balik yang dilancarkan Franco. Artinya, Toulalan harus absen pada laga terakhir Prancis melawan tuan rumah Afrika Selatan karena akumulasi kartu.
Nasib serupa dialami gelandang Meksiko Efrain Juarez yang membalas gasakan Malouda dengan dorongan. Juarez dipastikan absen ketika Meksiko menghadapi Uruguay. Sebelumnya, Prancis menarik keluar Anelka yang melempem sepanjang pertandingan dan menggantikannya dengan Andre-Pierre Gignac.
Ancaman pertama babak ini datang ketika Malouda melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Tapi, dengan cermat, kiper Oscar Perez menghalaunya jadi tendangan penjuru.
Butuh tenaga serang ekstra, Javier Aguirre memainkan Javier Hernadez, yang masuk menggantikan Juarez. Langkah tersebut disusul dengan masuknya penyerang gaek Cuauhtemoc Blanco untuk mengisi posisi Franco. Lengkap sudah jatah pergantian yang dimiliki Meksiko dalam pertandingan ini.

Strategi itu berhasil. Menit 64, dalam skema serupa seperti peluang awal Meksiko di awal pertandingan, Marquez memberikan umpan lambung terobosan ke arah Hernandez. Gallas mencoba mengaktifkan perangkap off-side, tapi asisten wasit tak mengibarkan bendera. Terlepas sendirian, Hernandez dengan tenang mengecoh Lloris dan menciptakan gol pembuka untuk El Tri.
Di bangku cadangan Prancis, Domenech mulai ketar-ketir. Mathieu Valbuena dipanggil dan kemudian masuk lapangan menggantikan Sidney Govou. Tapi, Prancis tetap loyo dan miskin peluang.
Bencana kembali datang buat Prancis pada menit ke-78. Pergerakan Barrera disambut gasakan terlambat dari Eric Abidal. Kesalahan fatal pemain yang dipasang Domenech sebagai bek tengah Prancis itu berbuah hukuman penalti.
Blanco maju sebagai eksekutor. Tanpa kesalahan, pemain berusia 37 tahun ini melesakkan bola ke kanan bawah gawang Lloris. Meksiko 2, Prancis 0.
Penalti tersebut menjadi yang kesembilan bagi Meksiko sepanjang sejarah partisipasi di Piala Dunia. Kali terakhir Meksiko memperoleh penalti adalah saat melawan Kroasia pada 2002.
Pertahanan Meksiko kian kompak menjaga keunggulan dua gol mereka. Tiga menit tambahan waktu yang diberikan wasit tetap tak dapat digunakan Prancis untuk mengancam gawang Perez. Kedudukan bertahan 2-0 bertahan hingga akhir. Untuk kali pertama, Meksiko berhasil meraih kemenangan atas salah satu tim juara dunia di Piala Dunia.
Meksiko pun berpeluang besar melangkah ke babak selanjutnya. Pada pertandingan terakhir Grup A, baik Meksiko maupun calon lawannya, Uruguay, tinggal butuh bermain seri untuk melaju ke babak 16 besar.
Selain dituntut mengalahkan tuan rumah Afrika Selatan, juara dunia 1998 Prancis hanya bisa berharap kedua rival ini tidak menjalankan konspirasi menyingkirkan mereka.

Susunan pemain:
Prancis Lloris; Abidal, Gallas, Sagna, Evra; Toulalan, Diaby, Malouda, Ribery; Govou / Valbuena (69'), Anelka / Gignac (46').
Meksiko Perez; Marquez, Rodriguez, Salcido, Moreno; Torrado Juarez / Hernandez (55'), Osorio; Dos Santos, Vela / Barrera (32'), Franco / Blanco (62').

Sunday, April 18, 2010

Ronaldo: Rooney Tidak Akan Ke Madrid
Cristiano Ronaldo tidak yakin Wayne Rooney bersedia meninggalkan Manchester United meski mendapat tawaran menggiurkan dari Real Madrid.

Real Madrid mengharapkan bantuan Cristiano Ronaldo untuk merayu sahabatnya Wayne Rooney datang ke Santiago Bernabeu. Selain menawarkan gaji tinggi kepada striker Manchester United ini, namun Madrid tetap meminta bantuan Ronaldo yang merupakan sahabat Rooney.

Meski mengaku senang bila Rooney bergabung dengan Madrid, namun Ronaldo tak yakin ia bakal meninggalkan United.

"Menurut saya, Rooney sudah sangat bahagia di Manchester. Meski Real Madrid berusaha merekrutnya, saya tidak yakin dia bersedia bergabung dengan saya di sini," kata Ronaldo yang menjadi pilar United selama enam musim sebelum bergabung dengan Madrid.

Meski sudah meninggalkan United, ia memang tetap menjalin kontak dengan rekan-rekannya di Old Trafford. Tak heran bila Ronaldo diharapkan bisa membujuk Rooney.

"Saya tetap bersahabat dengan Rooney, Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic. United merupakan klub yang fantastis dan saya pernah memenangi berbagai gelar bersama mereka. Tapi, kini, saya bermain di Madrid yang merupakan klub terbaik di dunia. Saya ingin memenangkan banyak gelar seperti yang saya lakukan di United," jawabnya.

Saturday, February 13, 2010

Beckham Tidak Dimainkan Lawan Manchester United?
Harapan David Beckham tampil untuk AC Milan saat menghadapi Manchester United bisa jadi tidak terwujud karena alasan strategi.


David Beckham sebelumnya menyatakan sangat antusias bermain untuk AC Milan saat menghadapi Manchester United, klub lamanya, di babak 16 besar Liga Champions. Akan tetapi, harapannya untuk bisa bertanding di partai ini bisa tidak terwujud.
Pelatih AC Milan Leonardo menerangkan jika kemungkinan untuk tidak memainkan Beckham, atau pemain pilar lain, sangat mungkin dilakukannya, dengan mempertimbangkan faktor fisik dan strategi permainan.
"Kami tahu pertandingan nanti akan spesial untuknya. Sudah barang tentu menjadi sebuah partai yang spesial bermain di Liga Champions melawan timnya terdahulu," kata Leonardo dikutip Sportinglife, Sabtu (13/2).

"Tapi kami harus menganalisa semua hal dan kami juga memiliki banyak pemain yang berada dalam kondisi terbaiknya. Kita akan melihat bagaimana pemain dipilih untuk menjadikan tim ini sebagai yang terbaik," terang Leonardo.
Ferguson: Nani Pantas Dikartu Merah
Pelatih Manchester United Alex Ferguson tidak membela pemainnya, Nani, yang mendapat kartu merah.

Manchester United meraih hasil seri 1-1 saat dijamu Aston Villa. Manchester United
juga kehilangan salah satu pemainnya, Nani, di pertandingan itu karena kartu merah.
Nani mendapatkan kartu merah karena tekel dua kaki yang dilakukannya dan pelatih Alex Ferguson menilai pemainnya itu pantas mendapatkan sanksi tersebut.
"Memang harus dikartu merah. Ia mentekel dengan dua kaki dan Anda tak boleh melakukannya," kata Ferguson dikutip Sky Sports, Kamis (11/2).
Namun Ferguson masih membela pemainnya itu.

"Tekel yang dilakukannya bukan disengaja, ia bukanlah pemain yang nakal, seperti yang kita tahu. Tapi apa yang dilakukannya memang tidak membuat wasit memiliki pilihan lain untuk mengkartumerahnya," tandas Ferguson.
Karena kartu merah itu, Nani secara otomatis mendapat sanksi skorsing tiga pertandingan, yang artinya ia akan absen untuk partai final Piala Liga menghadapi Aston Villa di New Wembley.